| Virus |
VIVAnews
- Virus komputer baru mengancam dunia, terutama untuk kalangan korporat. Tak
tanggung-tanggung, bahkan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panneta
sampai turun tangan dan memperingatkan akan bahaya virus yang diketahui bernama
"Shamoon" tersebut. Perusahaan minyak milik pemerintah Arab Saudi,
ARAMCO, telah menjadi korban serangan virus yang juga memiliki nama W32
Disttrack ini. Beberapa hari setelah menyerang ARAMCO, virus itu juga
menghantam jaringan komputer milik perusahaan gas alam asal Qatar, Rasgas.


